SYEIKH MUDA TUANKU TGK.SAMUNZIR BIN HUSEIN
AAC DAYAN DAWOOD
ME AND FRIEND
Sabtu, 07 Februari 2015
Yang haq akan tetap nyata, yang bathil akan lenyap
Dalam
perkembangan zaman sekarang ketika kita menjumpai seorang da’i/juru dakwah
berdiri menyampaikan risalah Allah SWT dan melanjutkan perjuangan rasulullah
SAW, pasti terdapat dua golongan yaitu golongan yang mematuhi dakwah dan
golongan yang melawan dan menentang adanya dakwah.
Golongan
yang mematuhi dakwah ada tiga tipe :
-
Orang-orang yang
menyambut dakwah segera setelah dakwah itu muncul, dan bangkit untuk memperjuangkannya.
yaitu Orang yang tidak diam apabila melihat kebenaran itu teraniaya dan
terabaikan.
-
Para pengikut yang
setia. Dengan memperhatikan orang-orang terdahulu dalam tingkatan fikiran dan
akhlak, tidak berani menempuh jalan baru, hanya melanjutkan apa yang sudah
dilakukan orang-orang terdahulu. ( Jangan buang adat, selama itu untuk kebaikan
dan kemaslahatan bersama)
-
Orang-orang yang lemah.
Orang yang percaya akan kebenaran setelah puas akan kebenaran itu, dan mereka
menghabiskan kehidupan mereka demi
tuntutan kebenaran itu. Namun karna lemahnya keinginan itu, mereka tergelincir
jatuh dan bangun, meskipun niat mereka ikhlas akan tetapi kebangkitan mereka
setiap kali tergelincir itu demi menempuh jalan yang benar. Tiap tergelincir
jatuh tanpa bangun dan apabila bangunpun menuju jalan yang sesat sesungguhnya
mereka senantiasa mengakui kelalaiannya dengan rasa malu dan penyesalan dan
mereka memperbaikinya dengan taubat dan istighfar.
Faktor
yang mnyebabkan orang2 menentang adanya dakwah yaitu :
-
Semangat jahiliyah
-
Kesombongan dan
kedengkian
-
Keuntungan pribadi
a. Semangat
jahiliyah
Yaitu
suatu akibat yang berasal dari kesetiaan terhadap sistim jahiliyah.bagi yang
tetap mempertahankan sistim jahiliyah itu maka diwaktu mereka melihat suatu
dakwah bangkit dan hendak menghilangkan sistim jahiliyah yang telah mereka bangun,
bangkit pula revolusi mereka. Meledaklah kebencian mereka, muncullah kedengkian
dan kemarahan besar yang akhirnya bergeraklah mereka dan bersiap diri untuk
perang dan melawan dengan jiwa dan harta. Contoh yang tepat adalah Abu lahab.
Abu lahab adalah paman Rasulullah sendiri, yang selalu aktif dalam memerangi
dakwah sampai akhir hidupnya.
b. Kesombongan
dan kedengkian
Ketika
Rasulullah SAW melaksanakan dakwahnya maka dakwah Nabi yang memaparkan tentang
kebenaran yang haq tidak diterima oleh pemimpin-pemimpin, ahli kitab yang
merasa dirinya lebih hebat dan pintar dan para pemuka agama yang merasa dirinya
alim, kecuali beberapa orang yang dapat
dihitung dengan jari. Yang menerima dakwah Nabi SAW adalah dari golongan rendah, orang-orang yang
terdhalimi, kaum-kaum yang lemah, mereka-mereka yang berhati bersih, tulus dan
ikhlas.
Al-Quran
menyatakan bahwa mereka yang telah menerima dakwah islamiah itu sebagai
orang-orang berjiwa mulia “sesungguhnya mereka itu tidak sombong”.Hal ini
menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak tertipu dengan pimpinan
keagamaan atau yang bersifat dunia sedikitpun.
Pada
saat dakwah sudah berperan, mendatangkan hasilnya, membentangkan akar-akarnya
dan meluas karenanya, disitulah mereka melihat seakan-akan bumi tertarik dari
bawah kakinya, sehingga tergoncanglah mereka dengan goncangan yang
membangkitkan kedengkian dan dendam, mereka berbuat, menempuh segala cara dan melakukan
segala tipu daya untuk menghancurkan sang pendakwah. Sebelum Nabi Muhammad SAW,
Nabi Isa a.s. juga berdakwah, dikatakan dalam injil dan al-Quran bahwa
orang-orang alim dan orang-orang pintar dari qudus (orang-orang Jerussalem) ,
tidak seorangpun diantara mereka yang beriman kepada dakwahnya Nabi isa a.s,
sehingga ia pergilah kepantai, lalu ia menyebarkan dakwahnya pada para nelayan,
para nelayan yang telinganya mendengar dan hatinya tergugah oleh dakwah.
c. Keuntungan
pribadi
Golongan
yang menentang kebenaran atas dasar kepentingan diri sendiri, dalam setiap
langkahnya adalah ‘imbalan’ dan mereka tidak rela memikul tanggung jawab
apapun. Ukuran yang haq dan bathil itu bagi mereka adalah diri sendiri, yang
benar baginya adalah yang membawa manfaat bagi dirinya sendiri, sesuatu yang
merugikan kepentingan dirinya sendiri itulah yang bathil. Orang yang mempunyai
kelalaian dan moral yang rendah ini, mereka akan menentang dakwah, ketika sang
juru dakwah memaparkan kebenaran diatasnya, yang dapat menyingkap topengnya
dihadapan manusia, membuka mata mereka tentang busuknya ‘tendensi mereka’ dan
ketamakan mereka terhadap kepentingan-kepentingan pribadi. Hubungan mereka dengan
dakwahpun didasarkan pada kemunafikan secara utuh.
Dakwah
menuju kemuliaan akhlak dan kasih sayang, pertolongan, persaudaraan,
pengorbanan, dan persamaan kemuliaan tidak membangkitkan perhatian mereka dan
tidak menentramkan mereka. Hati mereka telah mati dan telinga mereka telah tuli
bagi dakwah seperti ini, tidak diragukan lagi bahwa tidak ada dalam diri mereka
kecintaan terhadap kebenaran. Maka perlawananpun menggunakan tipu muslihat, adu
domba, umpatan, makian dan celaan.
Maka
kembalilah kita ke tali yang tidak pernah putus, yaitu kalimah Laa iLaa Ha
iLLaLLaah… jangan pernah berhenti berzikir, memuji Allah, bertasbih kepada
Allah. Seperti kata Guru besarku, pada saat kita mencintai seorang manusia
setiap menit-menit waktu yang terbayang adalah “dia’, begitulah seharusnya
ketika mencintai Allah, sudah berapa tahun kita hidup di bumi Allah, menghirup
udara milik Allah, memakan rezeki dari pemberian Allah, menggunakan tangan
kaki, suara, mata, telinga, dan semua anggota tubuh yang Allah ciptakan dengan
luar biasa, semua yang Allah berikan yang sedikit sekali kita mensyukurinya,
bahkan tidak pernah ingat kepada yang sudah menciptakan semua itu. Sadarkah
kita selama ini kita hidup, bergerak, semua karena Maha Kuasanya Allah.
Sadarkah kita setelah melihat luasnya bumi, panasnya matahari, indahnya bulan
dan bintang-bintang, begitu banyak planet-planet di alam semesta ini,
benda-benda langit yang ada di seluruh galaksi, bahkan yang tak tampak yg belum qt tau.
begitu Maha Besarnya Allah yang menciptakan semuanya. Allah mengirimkan
utusan-utusannya yaitu para rasul, yang menerangkan bahwa Allah lah yang patut
kita sembah, yang patut kita puji, Allah yang Maha segala-galanya dan kita
wajib memercayainya. Rasul yang terakhir ialah Muhammad, penutup para Nabi, tdk
ada Nabi setelah Nabi Muhammad. Bahkan saat nabi isa as turun untuk
menghancurkan dajjal, Nabi isa tdk pernah mengatakan dia seorang Nabi, bahkan
tdk seorangpun tau. Allah lah yang tau. Karena tdk ada Nabi lagi setelah Nabi
Muhammad.
Tetapi
kita sudah terpaku kepada dunia kita, kita sudah lalai oleh dunia. Hidup kita
sudah bergantung pada manusia dan uang. Guru mengharap gaji dari pemerintah,
Ustad mengharap uang sumbangan dari hasil menyampaikan ilmu agamanya, penjual
mengharap uang dari pembelinya. Pernahkah kita bayangkan ketika Allah menghentikan
semua itu ? karena kita sudah lupa mengharap kepadaNya, Allah akan Murka kepada
kita. Jika kita berharap kepada manusia, kemudian Allah tdk mengizinkannya, dan
tdk menghendakinya, sungguh kita akan kecewa kepada manusia itu sendiri.
Andaikata kita berharap hanya semata kepada Allah, Allah akan memberikannya,
karena Allah suka kita meminta kepadanya, karena saat itu Nampak bahwa kita
hanya hamba yang tidak memiliki apa-apa, hanya kepada Allah kita berhak meminta
pertolongan. Allah akan menolong hambanya terserah bagaimana caranya melalui
sebab-sebab. Kita memohon kpda Allah supaya memperoleh rezeki yang halal, Allah
akan memberikannya melalui sebab misalnya seorang petani, Allah akan membuat
tanamannya subur, panen yg menguntungkan. Atau seorang nelayan, Allah akan
membuat hasil tangkapan ikan yang banyak, dan kualitas yang baik. Atau pemuda
yang belum mendapatkan pekerjaan, Allah akan menunjukkan jalan kemana dia harus
melangkah untuk memperoleh rezekinya. Atau juga seorang yang ‘alim dan pintar
ilmu agamanya, apabila dia ikhlas ketika menyampaikan risalah Allah dan
Rasulullah, maka orang-orang akan butuh tausiahnya, orang-orang akan ikhlas
juga memberi
sedekah atas ilmunya.
Subhanallah,
sungguh kita tidak pernah menyadari betapa Mulianya Allah. Kita memohon ingin
diberikan ini dan itu, kita merasa belum cukup atas apa yang kita miliki.
Bahkan ketika mengharap kepada Allah, kemudian Allah belum mengabulkannya, kita
mengeluh. Kita tidak pernah sadar dan bersyukur dengan yang sudah diberikan
terlebih dahulu. Coba yakinlah satu kata ini, Bangun di pagi hari, dan kita
masih hidup, pernahkan kita sadar ? maka bagaimana dengan yang lain, Andai
Allah membuat nafas sesak, Andai Allah tidak memberikan kentut, Andai Allah
tidak membuat kita tertidur, Andai Allah tidak membuat kita kencing
berhari-hari, tidak bisa Buang hajat, Andai Allah tidak menghendaki apapun atas diri kita, maka siapalah kita.
Ketika sakit saja kita tidak sanggup bangun, maka Allah memberikan kesehatan,
lalu kita dengan qudrah iradah Allah bisa bangkit kembali, maka banyak lah
bersyukur mengingat Allah. Selalulah berzikir saat duduk, tidur, berdiri, atau
dimanapun kecuali ditempat yang tidak suci seperti kamar mandi.
Andaikata
semua orang didunia ini hanya menghambakan dirinya hanya kepada Allah, meminta
kepada Allah, menyembah Allah, mengingat segala sesuatu yang terjadi hanya
karena Kehendak Allah, menyadari segala sesuatu yang ada didunia ini hanya
milik Allah, bahkan diri kita sendiri yang apabila Allah tdk memberikan nyawa,
maka kita hanyalah jasad yang akan membusuk dan menjadi tulang belulang, dan
tulang itu jutaan tahun kemudian juga akan rapuh dan hilang menjadi tanah.
Siapalah kita tanpa Allah. Hanya nafsu yang kita punya dalam hidup ini. Nafsu
yang membuat kita tidak pernah sadar akan kebesaran Allah, nafsu yang membuat
kita melakukan kejahatan, melakukan kemaksiatan.
Minggu, 15 Desember 2013
Hikayat teladan “SI RAKUS”
Hikayat teladan
“SI RAKUS”
Dahulu kala ada seorang laki-laki yang dating kepada Nabi
Isa a.s, ia ingin sekali bersahabat dengan beliau, karena itu ia berkata
“ aku ingin sekali bersahabat denganmu dan selalu bersamamu
kemana saja engkau pergi”
Jawab Nabi Isa a.s.
“baiklah kalau demikian”
Pada suatu hari berjalanlah keduanya ditepi sungai dan
makanlah berdua tiga potong roti, Nabi Isa a.s satu potong dan satu potong
untuk orang itu, sisa satu potong.
Kemudian ketika Nabi Isa a.s. pergi minum ke sungai dan
kembali bertanya kepada sahabatnya
“ siapakah yang mengambil sepotong roti itu?..”
Orang itu menjawab : “ aku tidak tahu “
Maka berjalanlah keduanya, tiba-tiba melihat rusa dengan
kedua anaknya, maka di panggillah salah satu anak rusa tersebut lalu
disembelihnya dan di bakar. Kemudian dimakan berdua, lalu Nabi Isa a.s.
menyuruh anak rusa yang dimakan itu supaya hidup kembali, maka hiduplah dengan
izin Allah, kemudian Nabi Isa a.s bertanya lagi :
“Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti
kekuasaan-Nya itu, siapakah yang mengambil sepotong roti itu..?”
Jawab sahabatnya itu : “aku tidak tahu”
Kemudian keduanya meneruskan perjalanannya hingga sampailah
ia ketepi sungai, lalu Nabi Isa a.s. memegang tangan sahabatnya itu dan
mengajaknya berjalan diatas air hingga sampai keseberang, lalu ditanyalah
sahabatnya itu sekali lagi :
“Demi Allah, yang memperlihatkan padamu bukti ini (berjalan
di atas air), siapakah yang mengambil roti itu..?”
Sahabatnya tetap menjawab “aku tidak tahu”
Kemudian berjalanlah keduanya dan ketika berada di hutan dan
keduanya duduk-duduk, Nabi Isa a.s. mengambil tanah dan kerikil/anak batu, lalu
diperintahkan “jadilah emas dengan izin Allah..”
Maka dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi
emas, lalu dibagi menjadi tiga bagian, kemudian beliau berkata :
“Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga untukmu, sedang
sepertiga ini untuk orang yang mengambil roti”
Serentak sahabatnya itu menjawab : “akulah yang mengambil
roti itu”
Nabi Isa a.s. berkata :
“Maka ambillah semua bagian ini untukmu..”
Lalu keduanya berpisah.
Kemudian orang itu di datangi oleh dua orang yang ingin
merampok harta orang itu, dan membunuhnya. Lalu orang itu (sahabat Nabi Isa a.s
tadi) berkata :
“Lebih baik kita bagi tiga saja”
Tiga orang itupun setuju, lalu menyuruh salah seorang untuk
pergi kepasar berbelanja makanan, maka timbul perasaan orang berbelanja itu
dalam hatinya :
“untuk apa kita membagi uang/harta, lebih baik makanan ini
saya isi racun saja biar keduanya mati, dan ambil semua harta itu”
Lalu makanan itu diberi racun. Sementara kedua orang yang
tinggal itu berkata:
“untuk apa kita membagi harta ini, lebih baik jika ia datang
kita bunuh saja, lalu harta ini kita bagi berdua”
Maka ketika dating orang yang berbelanja itu, segera dibunuh
oleh keduanya, lalu harta itu dibagi menjadi dua. Kemudian keduanya makan dari
makanan yang beracun itu, maka matilah juga keduanya. Dan tinggallah harta itu
di hutan tanpa ada satupun yang memilikinya. Sedang mereka bertiga mati
disekitar harta itu.
Kemudia ketika Nabi Isa a.s. berjalan dihutan dan menemukan
(melihat) hal itu iapun berkata kepada sahabat-sahabatnya yang lain :
“inilah contohnya Dunia, maka berhati-hatilah kamu
kepadanya..”
Hikayat Teladan
Pengemis Cantik Bertangan Buntung
Pada zaman dahulu terjadilah suatu paceklik (masa kesulitan
hidup) yang telah menimpa kalangan Bani Israel. Waktu itu ada seorang pengemis
memasuki pintu rumah seorang kaya sambil mengucapkan ‘’Bershadaqahlah kamu
sekalian dengan sepotong roti dengan ikhlas karena Allah, sebab aku sejak tiga
hari tidak makan dan perutku terasa lapar sekali’’
Pada waktu itu anak perempuan si kaya mengeluarkan roti yang
masih hangat dan diberikan kepada pengemis itu. Tiba2 datanglah si kaya ayah
dari anak perempuan itu, kemudian memotong tangan anak perempuannya, karena
sebab member roti kepada si pengemis itu.
Melihat sikap si kaya yang demikian itu, Allah Subhanahu Wa
Ta’ala lalu merobah keadaan hidupnya dan menghilangkan semua harta kekayaannya,
sehingga si kaya itu menjadi fakir bahkan meninggal dunia dalam keadaan hina.
Sedang anak perempuannya yang cantik lagi buntung tangannya itu keluar kampong
masuk kampong lainnya meminta-minta berkeliling kerumah-rumah.
Pada suatu hari anak perempuan itu sampai di rumah seorang
kaya dan ketepatan ibu si kaya itulah yang keluar. Si ibu yang melihat serta
memperhatikan kecantikannya kemudian memasukkannya kedalam rumah dan bermaksud
akan menjodohkan dengan anaknya.
Setelah dinikahi oleh anak si kaya itu, si ibu memberikan
perhiasan dan pakaian yang serba mewah, sehingga perempuan pengemis itu tambah
semakin cantik.
Setelah malam tiba,
si Ibu menghidangkan makan malam. Pada waktu malam, anak perempuan itu
mengeluarkan tangan kirinya.
“sungguh aku telah mendengar bahwa orang fakir itu kurang
tahu cara atau kurang sopan santun, untuk itu keluarkan tangan kananmu”
Anak perempuan itu mengeluarkan tangan yang kiri lagi dan
sang suami mengulang suruhan nya kembali, si perempuan merasa takut kalau nanti
terlihat cacatnya.
Tiba-tiba terdengar suara daru sudut rumah, “Keluarkan
tanganmu yang kanan, sungguh engkau telah memberikan sepotong karena
mengharapkan keridhaan Allah, maka tidak ada halangan bagi Allah mengganti
tangan kepadamu yang di potong ayahmu dahulu”
Anak perempuan itu lalu mengeluarkan tangan kanannya dengan
penuh ragu, tiba-tiba tangannya sudah kembali lagi seperti semula, dengan
kekusaan Allah dan makan bersama-sama suaminya.
Nah, dari cerita diatas kita telah tahu bahwa menyantuni
fakir miskin itu adalah besar fahalanya, sebagaimana anak perempuan yang d
ceritakan dalah hikayat tauladan ini, ia telah menyantuni seorang pengemis
dengan sepotong roti. Berkat ke ikhlasannya dan hanya mengharap ridha Allah
semata, Allah sudah menampakkan belas kasih-Nya di dunia dengan mengganti
tangan yang bunting itu dengan tangan yang baru dan di akhirat dia akan di beri
balasan berupa syurga.
Wallahu A’lam bissawab.
Sabtu, 30 November 2013
H a b i b i
H A B I B I . . .
Banyak orang membicarakan nama itu kan.. dulu ada sinetron Indonesia
habibi & habibah.. lalu belum lama ini ada film Indonesia terbaru habibi
& ainun.
Tapi tau tidak, aku punya sejarahku sendiri tentang nama itu..
Habibi..
Dalam bahasa arab itu artinya kekasihku. Aku juga punya habibi-ku.
Suatu malam yang tenang aku tidak bisa tidur, aku bermasalah dengan
kuliahku, aku sakit-sakitan dan dapat cobaan fitnah dari tetangga yang iri hati
padaku. Lalu kebiasaanku ketika suntuk adalah buka fb. Lumrahnya anak muda
jaman ini.
Padahal pada Allah lah yang lebih berhak, sebaik-baiknya tempat mengadu,tapi saat itu aku sangat butuh manusia.
Saat itu aku berkenalan dengan seorang pria, aku tidak mengenalnya.
Yang aku ingin hanyalah curahan hatiku itu di dengar. Lalu dia menjadi malaikat
yang menemaniku saat aku sedih d malam itu.
Hubungan itu tidak hanya berlanjut di inbok, karna hidupku baginya
terdengar sangat miris, sehingga jikapun pria itu berniat jahat, dan mengajakku
pergi bersamanya aku pun pasti mau. Tapi dia terlalu baik untuk itu.
Kami pun sering telpon2’an. Sampai perasaan indah itu pun datang
kembali dalam hidupku. Ternyata tanpa aku sadar dia juga mulai suka padaku,
bahkan mengaku dia jtuh cinta dan minta aku supaya jadi istrinya, tapi itu tidak
membuatku terkejut, karna banyak laki-laki d fb pernah mengatakan hal yang sama,
kupikir itu biasa terjadi.
Aku tidak mungkin menerimanya, alasannya sangat banyak. Aku hanya gadis
desa yang harus menghormati adat istiadat yang ada di desa ku, dia terlalu
jauh, belum lagi aku hanya mengenalnya di dunia maya.
Umi pernah bilang, ketika salah satu anak tetangga di kampung yang
menikah ke Kalimantan, kata umi jangan sampe anaknya menikah jauh2. Kalo ada
apa2 dgn kluarga udh bsa ngasi alasan jauh jd gk bisa pulang, blm lagi ayah dan
kakak2 nya mrasa sdikit kcewa mskipun d ttup-ttupi. Pdhl mereka mnikah benar2
krna Allah, krna mereka ketemu di Jakarta ktika sama2 masih mnuntut ilmu.
Berbeda dgn ketemu di fb.
Sejak kecil umi hanya bermimpi gadis kecilnya kelak akan di lamar
pemuda kampung seberang, petani sukses dengan banyak sawah, usia yang mapan dan
dewasa, pemuda yang belum pernah menyentuh wanita karna sibuk dengan cangkul
dan peralatan sawahnya, lalu yang taat beribadah, pemuda desa yang teguh
pendiriannya. Bisa kubayangkan perasaan mereka jika aku menikah dengan orang
Jakarta yg blm prnah aku kenal, lalu berusia hampir sebaya denganku yg mgkin
bagi mereka kami hanya anak2 yg sedang jatuh cinta, kmudian aku hanya mengenalnya
lewat telepon, dan sudah pasti berada sangat jauh dari desa ku.
Dari segi manapun aku menyukai pria itu, pria yang baik hati,
perhatian, penuh kasih sayang, mencintaiku apa adanya, dia mengenal siapa aku
lalu menerima semua kekurangan yang ada padaku.apapun itu semua belum pernah
nyata bagiku.
Mungkin tidak ada orang di dunia ini yang mau bertahan menghabiskan
waktu setiap menit, setiap jam, di setiap harinya selama hampir setahun hanya
untuk mengenalku, tapi Habibi-ku melakukan semua itu untuk ku.
Entah bagaimana aku harus membalasnya. Aku hanya Meminta kepada Allah
supaya jika bukan aku yang akan jadi jodoh nya kelak, Tolong ya Allah kirimkan
seorang Bidadari untuk nya, sebagai Balasan Ketulusan cintanya terhadapku, yang
bias menggantikan aku di hatinya.
Meski banyak orang mengatakan jatuh cinta itu bisa Terjadi dengan
mudah, tapi tidak untuk ku. Aku pernah mencintai seseorang dalam lima tahun
terahir ini, tetapi pria itu hanya pernah mengatakan mencintaiku lima tahun
yang lalu, Lalu 2 jam kemudian dia melupakan ucapannya. Sekarang Setelah lima
tahun kemudian aku baru bisa melupakan kata-kata itu.
Seseorang benar-benar telah membuatku melupakannya, ... habibi-ku itu
laki2 yg manis, sederhana dan romantis. Dalam dirinya aku bisa melihat sosok
idolaku. ayahku. Laki2 yang bertanggung jawab, setia, penyayang,sangat
menyayangi org tua, dan juga manja dalam arti yang luas dan aku suka itu. Bahkan
dari suara pun dia seperti ayahku. Memang tdk boleh mnyamakan seseorg yg dsukai
sprti ayah atau ibu kita, tp untuk sekedar menyukai karakter itu tdk apa2.
Sesuatu terjadi padaku saat aku mulai memanggil nama habibi hanya
sebagai seorang teman, karena kalian tidak akan mencintai teman dengan perasaan
seperti itu..
Namun Dalam sekejap ketika teman-temanku menyebut nama
itu, ada sesuatu yang aku rasakan entah dimana. Meski Dia bukan pria tampan,
Dia bahkan bukan tipe-ku. Tapi cinta itu membuat nya tampak istimewa di mataku.
Aku bukan orang yang romantis, tidak bisa merangkai kata2 indah. Semua
kata-kata indah sudah di pergunakan dalam banyak film cinta, Itu sudah tidak
menarik lagi bagiku. Yang aku tau, meski aku membenci semua hal tentang kisah
cinta, tapi aku menyukainya lagi saat aku mengenalnya. Bahkan saat aku sudah
benar2 mengetahui apa itu cinta, aku hanya ingin menikah.
.
PROFILE
Data Pribadi
Nama :
Syarifah Laila Rahman;
Tempat, Tanggal lahir : Banda
Aceh, 03 Juni 1988;
Agama :
Islam;
Tinggi/cm :
165 cm
Berat/kg : 65 kg
Warna Kulit :
Coklat Muda
Alamat rumah :
Jl. Keuchik Raja Lr. Abd Amin
No.78A
Desa
Punge ujong kec. meuraxa Banda aceh
Nomer telepon :
081377327736
Email : syarifah.layla@yahoo.com
Riwayat
Pendidikan
Ø Pendidikan Formal:
· 2007 - 2013 : Jurusan
Kesehatan Lingkungan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNMUHA;
· 2003 - 2006 :
MA Negeri 1 Sigli, Pidie;
· 1999 - 2003 :
Pesantren Modern Terpadu Jabal Ghafur Al-FurQan Bambi, Sigli. Pidie;
· 1993 - 1999 :
SD Negeri No 1 Busu, Pidie;
Ø Pendidikan Non Formal:
· 2006 - 2007 :
Kursus ilmu komputer dan web di
LIMCOM Banda Aceh
Riwayat
Pekerjaan
·
Guru Baca Tulis
Qur-an
·
Guru Diniyah
ØRiwayat Organisasi
· 2008 - 2010 :
Anggota Lembaga Dakwah Kampus Ukhwah Mahasiswa UNMUHA
· 2009 - 2013 : Anggota PGBTQ Banda Aceh (sampai dengan
sekarang)
Ø
Praktek kerja lapangan
· Periode 7 s/d 25 September 2010 : Praktek Belajar Lapangan (PBL II) di Desa Mns.Raya
Pidie Jaya;
·
Periode 15 s/d 20
Februari 2010 : Praktek Belajar Lapangan (PBL I) di
Puskesmas Desa Cot Glie;
ØPengalaman
·
22 Januari 2008 : P2M (Praktek
Penyuluhan Mahasiswa) di jantho, Aceh Besar;
· 14 Maret 2012 : ToT Pembekalan Guru Diniyah Tingkat
SD/SMP se-Kota Banda Aceh;
·
Juli 2013 :
Pelatihan Metode Iqra’ di Mesjid Baiturrahman Banda Aceh;
Langganan:
Komentar (Atom)










