Pengemis Cantik Bertangan Buntung
Pada zaman dahulu terjadilah suatu paceklik (masa kesulitan
hidup) yang telah menimpa kalangan Bani Israel. Waktu itu ada seorang pengemis
memasuki pintu rumah seorang kaya sambil mengucapkan ‘’Bershadaqahlah kamu
sekalian dengan sepotong roti dengan ikhlas karena Allah, sebab aku sejak tiga
hari tidak makan dan perutku terasa lapar sekali’’
Pada waktu itu anak perempuan si kaya mengeluarkan roti yang
masih hangat dan diberikan kepada pengemis itu. Tiba2 datanglah si kaya ayah
dari anak perempuan itu, kemudian memotong tangan anak perempuannya, karena
sebab member roti kepada si pengemis itu.
Melihat sikap si kaya yang demikian itu, Allah Subhanahu Wa
Ta’ala lalu merobah keadaan hidupnya dan menghilangkan semua harta kekayaannya,
sehingga si kaya itu menjadi fakir bahkan meninggal dunia dalam keadaan hina.
Sedang anak perempuannya yang cantik lagi buntung tangannya itu keluar kampong
masuk kampong lainnya meminta-minta berkeliling kerumah-rumah.
Pada suatu hari anak perempuan itu sampai di rumah seorang
kaya dan ketepatan ibu si kaya itulah yang keluar. Si ibu yang melihat serta
memperhatikan kecantikannya kemudian memasukkannya kedalam rumah dan bermaksud
akan menjodohkan dengan anaknya.
Setelah dinikahi oleh anak si kaya itu, si ibu memberikan
perhiasan dan pakaian yang serba mewah, sehingga perempuan pengemis itu tambah
semakin cantik.
Setelah malam tiba,
si Ibu menghidangkan makan malam. Pada waktu malam, anak perempuan itu
mengeluarkan tangan kirinya.
“sungguh aku telah mendengar bahwa orang fakir itu kurang
tahu cara atau kurang sopan santun, untuk itu keluarkan tangan kananmu”
Anak perempuan itu mengeluarkan tangan yang kiri lagi dan
sang suami mengulang suruhan nya kembali, si perempuan merasa takut kalau nanti
terlihat cacatnya.
Tiba-tiba terdengar suara daru sudut rumah, “Keluarkan
tanganmu yang kanan, sungguh engkau telah memberikan sepotong karena
mengharapkan keridhaan Allah, maka tidak ada halangan bagi Allah mengganti
tangan kepadamu yang di potong ayahmu dahulu”
Anak perempuan itu lalu mengeluarkan tangan kanannya dengan
penuh ragu, tiba-tiba tangannya sudah kembali lagi seperti semula, dengan
kekusaan Allah dan makan bersama-sama suaminya.
Nah, dari cerita diatas kita telah tahu bahwa menyantuni
fakir miskin itu adalah besar fahalanya, sebagaimana anak perempuan yang d
ceritakan dalah hikayat tauladan ini, ia telah menyantuni seorang pengemis
dengan sepotong roti. Berkat ke ikhlasannya dan hanya mengharap ridha Allah
semata, Allah sudah menampakkan belas kasih-Nya di dunia dengan mengganti
tangan yang bunting itu dengan tangan yang baru dan di akhirat dia akan di beri
balasan berupa syurga.
Wallahu A’lam bissawab.

0 komentar:
Posting Komentar