H A B I B I . . .
Banyak orang membicarakan nama itu kan.. dulu ada sinetron Indonesia
habibi & habibah.. lalu belum lama ini ada film Indonesia terbaru habibi
& ainun.
Tapi tau tidak, aku punya sejarahku sendiri tentang nama itu..
Habibi..
Dalam bahasa arab itu artinya kekasihku. Aku juga punya habibi-ku.
Suatu malam yang tenang aku tidak bisa tidur, aku bermasalah dengan
kuliahku, aku sakit-sakitan dan dapat cobaan fitnah dari tetangga yang iri hati
padaku. Lalu kebiasaanku ketika suntuk adalah buka fb. Lumrahnya anak muda
jaman ini.
Padahal pada Allah lah yang lebih berhak, sebaik-baiknya tempat mengadu,tapi saat itu aku sangat butuh manusia.
Saat itu aku berkenalan dengan seorang pria, aku tidak mengenalnya.
Yang aku ingin hanyalah curahan hatiku itu di dengar. Lalu dia menjadi malaikat
yang menemaniku saat aku sedih d malam itu.
Hubungan itu tidak hanya berlanjut di inbok, karna hidupku baginya
terdengar sangat miris, sehingga jikapun pria itu berniat jahat, dan mengajakku
pergi bersamanya aku pun pasti mau. Tapi dia terlalu baik untuk itu.
Kami pun sering telpon2’an. Sampai perasaan indah itu pun datang
kembali dalam hidupku. Ternyata tanpa aku sadar dia juga mulai suka padaku,
bahkan mengaku dia jtuh cinta dan minta aku supaya jadi istrinya, tapi itu tidak
membuatku terkejut, karna banyak laki-laki d fb pernah mengatakan hal yang sama,
kupikir itu biasa terjadi.
Aku tidak mungkin menerimanya, alasannya sangat banyak. Aku hanya gadis
desa yang harus menghormati adat istiadat yang ada di desa ku, dia terlalu
jauh, belum lagi aku hanya mengenalnya di dunia maya.
Umi pernah bilang, ketika salah satu anak tetangga di kampung yang
menikah ke Kalimantan, kata umi jangan sampe anaknya menikah jauh2. Kalo ada
apa2 dgn kluarga udh bsa ngasi alasan jauh jd gk bisa pulang, blm lagi ayah dan
kakak2 nya mrasa sdikit kcewa mskipun d ttup-ttupi. Pdhl mereka mnikah benar2
krna Allah, krna mereka ketemu di Jakarta ktika sama2 masih mnuntut ilmu.
Berbeda dgn ketemu di fb.
Sejak kecil umi hanya bermimpi gadis kecilnya kelak akan di lamar
pemuda kampung seberang, petani sukses dengan banyak sawah, usia yang mapan dan
dewasa, pemuda yang belum pernah menyentuh wanita karna sibuk dengan cangkul
dan peralatan sawahnya, lalu yang taat beribadah, pemuda desa yang teguh
pendiriannya. Bisa kubayangkan perasaan mereka jika aku menikah dengan orang
Jakarta yg blm prnah aku kenal, lalu berusia hampir sebaya denganku yg mgkin
bagi mereka kami hanya anak2 yg sedang jatuh cinta, kmudian aku hanya mengenalnya
lewat telepon, dan sudah pasti berada sangat jauh dari desa ku.
Dari segi manapun aku menyukai pria itu, pria yang baik hati,
perhatian, penuh kasih sayang, mencintaiku apa adanya, dia mengenal siapa aku
lalu menerima semua kekurangan yang ada padaku.apapun itu semua belum pernah
nyata bagiku.
Mungkin tidak ada orang di dunia ini yang mau bertahan menghabiskan
waktu setiap menit, setiap jam, di setiap harinya selama hampir setahun hanya
untuk mengenalku, tapi Habibi-ku melakukan semua itu untuk ku.
Entah bagaimana aku harus membalasnya. Aku hanya Meminta kepada Allah
supaya jika bukan aku yang akan jadi jodoh nya kelak, Tolong ya Allah kirimkan
seorang Bidadari untuk nya, sebagai Balasan Ketulusan cintanya terhadapku, yang
bias menggantikan aku di hatinya.
Meski banyak orang mengatakan jatuh cinta itu bisa Terjadi dengan
mudah, tapi tidak untuk ku. Aku pernah mencintai seseorang dalam lima tahun
terahir ini, tetapi pria itu hanya pernah mengatakan mencintaiku lima tahun
yang lalu, Lalu 2 jam kemudian dia melupakan ucapannya. Sekarang Setelah lima
tahun kemudian aku baru bisa melupakan kata-kata itu.
Seseorang benar-benar telah membuatku melupakannya, ... habibi-ku itu
laki2 yg manis, sederhana dan romantis. Dalam dirinya aku bisa melihat sosok
idolaku. ayahku. Laki2 yang bertanggung jawab, setia, penyayang,sangat
menyayangi org tua, dan juga manja dalam arti yang luas dan aku suka itu. Bahkan
dari suara pun dia seperti ayahku. Memang tdk boleh mnyamakan seseorg yg dsukai
sprti ayah atau ibu kita, tp untuk sekedar menyukai karakter itu tdk apa2.
Sesuatu terjadi padaku saat aku mulai memanggil nama habibi hanya
sebagai seorang teman, karena kalian tidak akan mencintai teman dengan perasaan
seperti itu..
Namun Dalam sekejap ketika teman-temanku menyebut nama
itu, ada sesuatu yang aku rasakan entah dimana. Meski Dia bukan pria tampan,
Dia bahkan bukan tipe-ku. Tapi cinta itu membuat nya tampak istimewa di mataku.
Aku bukan orang yang romantis, tidak bisa merangkai kata2 indah. Semua
kata-kata indah sudah di pergunakan dalam banyak film cinta, Itu sudah tidak
menarik lagi bagiku. Yang aku tau, meski aku membenci semua hal tentang kisah
cinta, tapi aku menyukainya lagi saat aku mengenalnya. Bahkan saat aku sudah
benar2 mengetahui apa itu cinta, aku hanya ingin menikah.
.

0 komentar:
Posting Komentar